Saturday, April 21, 2018

7:29 PM - No comments

Sampaikah Padamu



Salam cinta, hai pemimpin negeriku
Di sini masih berdiri tegak
Aku
menggenggam garuda dalam dekapan jiwa
Ketika banyak anak negeri tertidur lemas menahan perih dalam lambung

Salam cinta, hai petinggi bangsaku
Di sini masih berpijak kuat
Aku
mengangkat tinggi-tinggi kepalan tangan
Ketika banyak anak negeri menengadahkan telapak untuk dikasihani

Sampaikah padamu kabar dari angin, Tuan?
Tatkala rakyat berteriak
saat kau jerujikan sang pencuri sandal
sedang kau sembunyikan perut besarmu di balik jas mewah

Sampaikah berita itu di hadapanmu, Tuan?
Tatkala rakyat berontak
menagih janji-janji indah yang pernah terlontar dari mulut manismu
sedang kau sembunyikan telapak tangan di balik badan tegapmu

Sampaikah suara itu di telingamu, Tuan?
Tatkala rakyat mengiba
saat mereka tak punya lahan untuk dipijaki
sedang kau dengan gagahnya melangkah ke penjuru bumi, memenuhi hasratmu

Di sini masih berdiri tegak
Aku
mendekap merah putih dalam dada
lantas mengangkatnya dalam kepalan bara
: Aku mencintai negeri ini sampai henti, sampai mati, sampai kau tak bisa lagi membuatku membencinya, Tuan!

Kotaagung, 17 Januari 2016

0 comments:

Post a Comment