7:43 PM -
Poetry
No comments
Poetry
No comments
Kau
Telah lama kunantikan indahmu dalam
kelam
Dalam setiap bayang nestapa
yang senantiasa mengakrabi luka
Ketika penantian tak berbuah makna
Aku hampir lupa, nyaris putus asa
Namun indahmu membuatku luruh
Menuntunku kembali ke tempat semula
demi sebuah cita
demi perjanjian sua
Hingga kini
aku hanya bisa menatap pendarmu
Menikmati kemilaumu dari kejauhan
rasa
Karena kau laksana kembang api
Merekah indah sebagai pemuas imaji
Merekah indah tanpa bisa kudapati
Kotaagung, 20 Januari 2016
Dimuat dalam Antologi Puisi Kembang Api, Ellunar Publisher 2016.
Dimuat dalam Antologi Puisi Kembang Api, Ellunar Publisher 2016.
0 comments:
Post a Comment